Welcome

Sabtu, 14 Agustus 2010

Lemparan Terjauh

LEMPARAN TERJAUH

(Lontarkanlah dirimu ke tempat terjauh dari tempat mu tegak saat ini agar kau dapat merasakan sungguh luar biasanya keindahan dan keagungan ciptaan Allah SWT,sesungguhnya Allah telah menciptakan dunia dan mahluk di dalamnya dengan sesempurnanya ciptaan)

Boro-boro mau ke luar negeri, jalan-jalan paling jauh saja yang pernah aku singgahin adalah ke Tanjung Karang, Bandar Lampung. Ke Lampung itu pun bukan untuk tujuan jalan-jalan akan tetapi mau menghadiri acara pernikahan sepupuhku.

Sampai akhirnya di bulan September tahun 2009 Tante Eka dan Om Eko mengajakku untuk pergi ke Binjai, Sumatera Utara. Sungguh sangat beruntung hidupku, disaat aku cuma bisa melihat keindahan alam Sumatera Utara lewat TV dan foto-foto dimajalah pariwisata, saat itu aku mendapatkan kesempatan gratis ke sana (aku tidak menolak waktu tawaran pertama diajukan pada ku, aku langsung bilang "yah aku mau").

Inilah enaknya kalau kita punya keluarga yang tinggal di daerah yang jauh dari tempat kita, kalau kita ingin pergi ke sana kita bisa numpang dan itu gratis. ^_^

Om Eko suami dari Tante Eka adalah orang Jawa yang lahir dan di besarkan di Binjai, Sumatera Utara. Istilahnya Om Eko adalah PUJAKESUMA (Putra Jawa Kelahiran Sumatera). Sudah dari kakek moyangnnya keluarga Om Eko tinggal di Binjai. Binjai sendiri terkenal sebagai daerah yang paling multi etnis di Sumatera Utara setelah Medan.

Sudah lebih dari 5 tahun Om eko tidak ke tanah kelahirannya. Dikesempatan lebaran tahun 2009 itu dia berencana untuk pulang kampung ke Binjai. Nah inilah yang menjadi awal dari diajaknya aku ke sana. Aku diajak untuk menemani keberangkatan keluarga Tante ku itu ke Binjai, karena keluarga Tante Eka ku  semua anak-anaknya masih kecil-kecil,tugas ku adalah menemani keberangkatan dan mengasuh anak-anaknya, (aku ikhlas melakukannya) kebetulan anak-anak Tante Eka Ku sangat senang diasuh oleh ku karena dari mereka bayi akulah yang mengendong dan kadang menidurkan mereka.Inilah enaknya menjadi orang yang disukai anak kecil (kemana-mana selalu ingin ditemani aku.. hehehe).

Keberangkatan ke Binjai waktu itu bertepatan dengan bulan Ramadhan 1430 Hijriah dan kami memeng berencana untuk merayakan hari Raya Idul Fitri di sana.

Berangkat ke Binjai kami tempuh lewat jalan darat, tempatnya melalui jalur lintas timur Sumatera.Itulah perjalanan terjauh pertama yang pernah aku tempuh dan itulah pertama kalinya aku melalui jalur lintas timur Sumatera.

Senang rasanya bisa ikut perjalanan itu, lewat perjalanan itulah aku lebih bisa mengenal dunia, aku bisa melihat keindahan alam Indonesia, pengalaman ku benar-benar bertambah karena ikut perjalanan ini (sebelumnya aku hanya berkutat di daerah Sumsel ampe Lampung doank).

Jambi adalah provinsi ke tiga yang pernah aku singgahi, setelah Sumatera Selatan dan Lampung. Benar-benar beruntung sekali aku dapat kesempatan diajak jalan-jalan gratis ini aku bisa melihat daerah-daerah lain di Indonesia selain Sumsel dan Lampung (dengan perjalanan itu aku bisa mengenal lebih jauh tentang Indonesia dan keindahan alamnya).

Di Jambi. Jambi itu sebuah provinsi yang berbatasan langsung dengan provinsi Sumatera Selatan, kalau dari pengamatanku selama pejalanan melewati Jambi,Jambi itu sebuah daerah yang sedang berkembang, kehidupan di sana hampir mirip dengan yang ada di Palembang dan bahasa sehari-hari yang mereka gunakan pun hampir mirip dengan yang dipakai oleh orang Palembang. Tempat terkeren yang aku lewati di Jambi hanyalah Jembatan Batang Hari kebangganannya orang Jambi, dari bentuknya jembatan Batang Hari hampir mirip dengan Jembatan Musi Dua di Palembang (aku hanya lewat doank kota Jambi jadi gak bisa mengeksplor lebih jauh tentang daerah itu).

Terus, perjalanan selanjutnya, provinsi ke empat yang pernah aku singgahi  atau daerah selanjutnya yang kami lewati untuk menujuh ke Binjai adalah Provinsi Riau. Riau adalah daerah yang hampir sepanjang jalan yang aku lewati banyak terdapat kebun sawit dan tambang minyak. Selain itu yang unik saat berada di Riau kita bisa mendapatkan gelombang radio dari Malaysia dam Singapura, (waah aneh banget deh bagi aku pengalaman satu ini,karena baru sekali itu aku mendengarkan siaran radio asing asal Malaysia dan Siangapura). Hampir semua gelombang radio yang kami dapat selama diperjalanan adalah radio Malaysia dan Singapura dan tahukah kalian kalau hampir semua lagu yang didengarkan adalah lagu-lagu Indonesia (waah bangga banget deh aku sebagai orang Indonesia).

Riau itu provinsi yang mayoritas penduduknya beretnis Melayu dan berbahasa Melayu. Bahasa yang mereka pakai sehari-hari adalah bahasa Melayu yang hampir mirip dengan yang dipakai di Brunei dan Malaysia. Suasana Melayu sangat terasa saat kita berada di kota Pekanbaru Riau, gedung-gedung perkantoran dan swasta yang berada di sana bermotif ukiran Melayu (indah banget deh pokoknya). Apalagi masjid-masjidnya,waah masjid-masjid yang ada di Riau itu keren-keren banget, arsitektur gedung masjidnya kayak yang ada di Arab keren dan megah sekali. Wajar saja kalau Pekanbaru mampu untuk membangun gedung-gedung yang indah dan megah karena daerah ini merupakan provinsi terkaya di Indonesia yang mayoritas dana APBDnya didapat dari kekayaan alamnya berupa minyak ditambah lagi dengan benyaknya kebun sawit disana yang juga merupakan daerah yang memiliki jumlah kebun sawit terluas di Indonesia, jadi sudah sewajarnya daerah ini membangun dan membenahi diri untuk mengejar ketertinggalan mereka dari daerah-daerah lain di Indonesia yang sudah lebih dulu maju.

Tempat selanjutnya adalah Sumatera Utara yang merupakan inti perjalanan kami dan merupakan provinsi ke lima di Indonesia yang pernah aku singgahin (pada saat itu). Wah Sumatera Utara adalah tempat yang sangat indah, alamnya lengkap mulai dari pantai, sungai, danau dan pegunungan ada disana yang mejadikan daerah ini sebagai salah satu pusat pariwisata terindah di Indonesia bahkan dunia yang wajib untuk dikunjungin oleh orang-orang yang hobi jalan-jalan macam aku ini.

Sampai di Medan kami langsung menujuh ke Binjai. Medan ke Binjai memakan waktu 30 menit kurang lebih. Sampai ke Binjai kami langsung ke rumah orang tuanya Om Eko untuk bersilahturahmi, lalu kami menginap di rumah kakak tertua dari Om Eko. Aku menghabiskan 3 hari puasa terakhir di sana dan merayakan hari Raya Lebaran Idul Fitri juga disana, inilah untuk pertama kalinya aku merayakan hari raya Idul Fitri tidak dengan orang tua ku. Merayakan hari Idul Fitri di tempat orang benar-benar mengasikan aku tidak canggung atau pun aneh dengan suasana di sana karena semua orang di sana ramah-ramah dan juga cepat akrab denganku sehingga membuatku betah untuk tinggal disana (pokoknya serasa tinggal di rumah sendiri saja).

Kami melaksanakan sholat Id di Masijd Agung kota Binjai, sehabis sholat kamiber silahturahmi ke rumah sanak-dulur Om Eko.

Esok harinya kami jalan-jalan menikmati suasana Kota Medan, kami menikmati ramainya kota Medan yang sangat besar, kami pergi ke tempat-tempat wisata Kota Medan macam Klenteng Kota Medan, Jalan Merdeka Kota Medan, terus ke Istana Maimun yang merupakan tempat yang sangat aku inginkan untuk ke sana.

Tadinya aku kira Museum Istana Maimun itu sangat luas sekali, dan ternyata apa yang aku dapat isi museumnya sangat sedikit karena hanya sebagian dari Istana saja yang dibolehkan untuk disinggahi dan tempat lainnya tidak boleh untuk dimasuki karena masih digunakan oleh keluarga kerajaan sebagai tempat tinggal mereka. Mungkin kalau boleh aku ambil pembanding  Museum Istana Maimun hampir sama dengan isi di dalam Museum Sultan Mahmud BadaruddinII (koleksinya kurang lengkap.. ehmm).

Menikmati Kota Medan dan segala macam yang ada di dalamnya sungguh menarik karena Kota Medan adalah kota yang sangat multi etnis, di sana terdapat etnis India, Arab, Cina,Melayu dan Lokal, yang menjadikan kota ini sangat ramah karena kemajemukan orang yang ada di dalamnya mampu menjaga toleransi antar etnis. Asik sekali pokoknya, Kota Medan adalah kota yang sangat besar yang menjadikan kota ini sebagai kota terbesar di Pulau Sumatera. Satu lagi yang tidak bisa aku lupakan dari Kota Medan adalah wisata kulinernya sangat beragam sekali, tapi yang paling aku suka adalah Mie Aceh di Jalan Sytia Budi (yang sangat laris manis,jam 1 siang aja mienya udah abis, konon katanya itulah tempat jual Mie Aceh terenak di Kota Medan,,, hehehe).

Setelah asik menikmati Kota Medan, esoknya dan inilah hari yang paling mengasikan, kami sekeluarga Om Eko pergi rekreasi bersama ke Danau Toba,, (yuhuu mantap bangetdeh). Waaww,, Danau Toba sungguh indah, sungguh beruntung nasibku yang dulunya cuma bisa nonton TV dan liat foto Danau Toba di majalah-majalah pariwisata dan hanya berkhayal untuk ke sana, tapi saat itu aku bisa berada di sana gratis pula ahh indahnya dunia ini. Danau Toba hanya 3 jam kurang lebih dari Medan, sepanjang perjalanan ke sana kita akan disuguhi keindahan alam pegunungan dimana banyak terdapat kebun-kebun buah dan pohon pinus yang sangat indah pokoknya saat itu tidak berasa di Indonesia deh kayak di Eropa gitu.. hehehe

Waktu pertama kali aku melihat Danau Toba aku sangat takjub sekali, bagaimana tidak takjub Danau Toba itu sangat luas sekali bahkan aku pikir itu laut bukan danau, pantas saja Danau Toba menjadi danau terluas di Asia Tenggara karena Danau Toba memang sangat luas sekali seperti laut, dan tentunnya sangat indah. Pokoknya tidak ada kata lain selain takjub dan subhanAllah, sungguh luar biasa ciptaan Allah SWT tiada bandingnya deh, benar-benar Allah adalah pelukis Termaha hebat, lukisan alamnya sangat indah sekali, birunya air danau yang terpantul dari refleksi pancaran cahaya kebiruan dari langit ditambah dengan landscape perbukitan yang hijau mengelilingi Danau Vulcanik itu membuat semakin lengkapnya keindahanyang disuguhkan oleh Danau Raksasa ini.

Itu saat berada di ujung jalan menujuh Danau Toba (Danau Toba berada di ujung lagi di kaki bukit), untuk menuju ke danau kami harus melewati jalan yang berlika-liku, berbelok-belok, dan menikuk-nikuk (menikung-nikung). Perjalanan yang ekstrim itu tidak lah mengurangin keasikan dan kenikmatan perjalanan tersebut karena sepanjang perjalanan kami disuguhi keindahan alam sekitar Danau Toba yang sangat luar biasa.

Sampai ke Danau Toba tepatnya di Kota Prapat kami langsung beristirahat ke Villa PTPN II. Waahh, alhamdullillah banget aku diberikan kesempatan tidur di villa pejabat PTPN II itu, villanya sangat bagus sekali, kamar tidurnya besar (itulah kamar tidur terbesar yang pernah aku tempati hahaha), kasurnya empuk, dan yang lebih fantastic adalah villa itu langsung menghadap Danau Toba dan di halaman villa tersebut ada pantai buatan pribadi punya PTPN II (wwaah keren banget deh).

Malam hari di Danau Toba tidak aku habiskan untuk beristirahat melainkan aku gunakan untuk menikmati suasana malam di Kota Prapat sekitar Danau Toba yang sangat indah dan ramai dipenuhi oleh para wisatawan baik asing maupun manca Negara. Di Prapat itu suhunya dingin banget deh mungkin suhunya dibawah 10 derajat sampai-sampai dua buah jaket saja tidak mempan melawan dinginnya kota itu, wajar saja daerah ini dingin karena daerah ini berada di dataran tinggi dan dikelilingi oleh pegunungan, apalagi ditambah hembusan angin dari Danau Toba yang benar-benar menusuk tulang. Malam itu adalah malam yang tak akan aku lupakan sepanjang hidupku, indah banget, suasana ramai Kota Prapat sangat membuatku ingin terus berada di sana. Keliling kota menikmati suasan malam di pinggir Danau, bercengkrama dengan wisatawan asing dan minum bandrek anget di tempat yang sangat dingin, asik banget pokoknya (kapan yah bisa kesana lagi, pokoknya aku harus kesana lagi).

Setelah puas menikmati suasana malam di Kota Prapat kami istirahat. Keesokan paginya kami langsung mandi, dan mandinya bukan di kamar mandi tapi di Danau Toba, (yah kami mandi di Danau Toba) dan juga menikmati pantai buatan pribadi punya PTPN II di pagi hari, udarahnya segar banget deh, heeemmm,, rasa sejuk udarah Danau Toba di pagi hari masih kerasa banget deh di hidung ini, bahkan sekarang pun aku masih bisa merasakannya,, segar.. ohh ya yang tidak kalah penting untuk diketahui air di Daerah Prapat itu terutama air Danau Toba dinginnya bukan main, sangkin dinginnya kalau kita buka pintu kamar mandi hembusan angin dingin seperti di lemari es begitu terasa, bahkan kalau diperhatiin air di dalam kamar mandi tersebut mengeluarkan embun sangkin dinginnya.

Sehabis asik menikmati bermain-main air di Danau Toba, kami kemudian melanjutkan perjalanan ke Pulau Samosir. Pulau Samosir adalah pulau yang berada ditengah-tengah Danau Toba, kami pergi ke Pulau Samosir menggunakan kapal nelayan yang banyak tersediah di sana. Saat mau menuju ke Pulau Samosir kami terlebih dahulu disinggahi ke Batu Gantung yang sangat legendaries disana, "konon katanya dahulu ada seorang putri yang dipaksa menikah oleh ayahnya dengan laki-laki yang dia tidak cintai, si putri kemudian pergi ke sebuah goa, kemudian dia tinggal disana untuk waktu yang lama, berpuluh-puluh tahun kemudian di goa yang dulu merupakan tempat tinggal si putri tadi muncul sebuah batu yang tergantung, nah inilah yang kata orang setempat merupakan batu jelmaan putri itu, yang sekarang disebut batu gantung karena posisinya tergantung disebuah tebing". Setelah singgah ke Batu Gantung kami terus melanjutkan perjalanan ke Pulau Samosir yang memakan waktu kurang lebih 30 menit. Pulau Samosir merupakan pulau yang didiami oleh banyak orang Batak Toba, disana banyak terdapat peninggalan Megalitikum dan rumah-rumah adat orang Samosir. Salah satu peninggalan Megalitikum di sana diyakini sebagai makam dari Raja Sidabutar. Kalau di komplek rumah adat Samosir ada patung Sigale-gale yang sering dipertunjukkan untuk wisatawan yang berkunjung ke sana. Di Pulau Samosir banyak sekali pedagang yang menjual cindramata khas Danau Toba mulai dari yang mahal hingga yang murah, (saran dari aku kita harus pandai menawar saat membeli cindramata di sana dan menurut aku lebih baik beli di Pulau Samosir dari pada di Prapat karena justru harga di Prapat lebih mahal dibandingkan di Samosir padahal daerah tersebut jaraknya hanya 30 menit menggunakan kapal, aneh kan??).

Puas menikmati Pulau Samosir kami pulang kembali ke Prapat, sebenarnya kami sudah diingatkan oleh nelayan agar pulang setelah 1 jam menikmati Samosir, karena saat itu cuaca sedang buruk jadi kami diharapkan untuk segera pulang dalam waktu satu jam, tapi karena kami ceroboh dan tidak mematuhi nasihat kami pulang kembali ke kapal satu setengah  jam kemudian dan ini bukan kami saja hampir semua penumpang kapal datang satu setengah jam kemudian. Saat kami pulang cuaca sudah semakin buruk, angin kencang dan ombak tinggi apalagi ditambah kapal yang kami naiki tidak terlalu besar sehingga air ombak yang besar itu sesekali masuk ke lambung kapal membuat para penumpang di kapal panik dan histeris. Inilah balasan bagi kami yang tidak mematuhi perintah, kami harus menanggung keadaan yang sangat mencengkam tersebut akibat kecerobohan kami, semua penumpang di kapal panik dan mulut mereka komat-kamit (termasuk aku), aku pun sudah membayangkan bagaimana jadinya bila kapal ini terbalik karena aku tidak bisa berenang (aahh mungkin aku akan mati di sini dan aku tidak akan bisa melihat kedua orang tua ku lagi) itu yang ada di dalam benak ku saat itu.

Kapal yang berada di tengah-tengah danau berjalan sangat lamban karena ombak sangat tinggi dan angin sangat kencang, tidak mungkin bagi kapal ini untuk menambah kecepatannya (kalau kami semua di dalam kapal itu tidak mau terbalik dan tenggelam), jadilah kami harus terguncang-guncang di dalam kapal lebih dari 1jam, (nah di sanalah aku pernah update status di FB "ya allah selamatkan lah aku"..hahaha).. ahh pokonya sangat mencegkam.. Kapal itu serasa akan terbalik karena guncangan dari ombak sangat luar biasa, kami harus terdorong ke kiri dan ke kanan dengan sangat kuat, baju/pakaian kami basah semua karena cipratan air danau yang terhembus angin kencang.  Setelah 1 jam lebih di kapal itu kami pun sampai di dermaga Prapat, rasanya saat itu sangat menyenangkan, injakkan kaki pertama di darat sungguh sangat kami syukuri. "Awal berangkat  yang tadinya disambut dengan suka cita tapi saat pulang wajah kami dipenuhi dengan rasa takut dan pucat basi", karena kecemasan yang sangat luar biasa selama di atas kapal,sampai-sampai tante ku berkata "cukup satu kali ini saja aku pergi ke Samosir", yah benar saja tanteku berkata demikian karena saat itu mememang telah membuat kami semua traumah untuk naik kapal lagi.. hahaha

Hanya dua hari di Prapat, kami pulang lagi ke Binjai. Untuk beristirahat dan menikmati Binjai.

Sebelum pulang ke Palembang, kami menyempatkan untuk jalan-jalan ke Brastagi yang berjarak 2 jam kurang lebih dari Medan. Ke Brastagi sebenarnya tidak masuk dalam list jalan-jalannya Tante Eka tapi karena dia ibah melihat diriku yang sangat ingin ke sana, akhirnya dia bela-belain untuk ke sana sebelum pulang ke Palembang, (seneng banget deh punya tante yang sangat sayang dengan aku, aku jadi bangga punya tante yang kayak dia.. hehehe).

Dua hari sebelum pulang ke Palembang, kami sekeluarga Om Eko pergi ke Brastagi atas keinginanku yang direalisasikan oleh Tante Eka ku. Sungguh beruntung orang yang tinggal di Medan karena mereka tidak perlu jauh-jauh untuk menikmati keindahan alam, kalau mau ke pantai ada tinggal pergi ke daerah sebelum medan yang berjarak sekita dua jam dari Medan, mau ke Danau Toba cuma sekita empat jam dari Medan, mau ke Pegunungan Brastagi cuma dua jam dari Medan, jadi intinya orang Medan gak bakal bosen menjalani hidup di sana karena kalau mau rekreasi tidak perlu pergi jauh-jauh karena di dekat sana banyak tersediah tempat pariwisata, bandingkan dengan Palembang yang kalau mau ke daerah pegunungan (Pagar Alam) harus menempuh jarak kurang lebih 7 jam dari Palembang (dan kalau sudah sampai langsung lelap tertidur karena kecapekan di jalan,,, hufffhh), mau ke pantai di Sumsel gak ada pantai kalii, yang ada palingan Sungai Musi tapi gakpapa yang penting ada dan kami orang Palembang bangga kali dengan Sungai Musi.. hehehe.

Brastagi adalah daerah pegunungan yang sangat asrih, di sana banyak kebun sayuran dan buah-buhanan, tempatnya juga sangat sejuk dan dingin, terus air di sana lagi-lagi sangat dingin, mirip dengan di Prapat Danau Toba air di Brastagi juga membuat kamar mandi seperti Lemari ES sangkin dinginnya.. hehe

Di Brastagi lagi-lagi kami menginap di villa PTPN II, ohh ya mengapa kami selalu menginap di Villa PTPN II karena kakak dari Om Eko adalah pegawai menegah atas di PTPN II yang cukup disegani sehingga kalau ada keperluan mencangkup tempat tinggal kami tinggal calling kakak dari Om Eko untuk disediahkan tempat tinggal berupa villa PTPN II dan itu gratis.. hahaha.

Enak betul rasanya menikmati liburan gratis. Tempat tinggal kami di Brastagi menghadap langsung dengan Gunung (tapi aku lupa apa namanya), halaman rumahnya sangat luas dan asrih yang dikelilingi banyak pohon rindang dan rumput jepang yang terawat rapi sekali, kami bisa tidur-tiduran dengan nyaman di halaman villa tersebut sambil menikmati indahnya pemandangan di depan kami yang dikelilingi kebun dan Gunung yang gagah. Kenikmatan berada di Brastagi sungguh terasa sangat cepat karena tempat itu begitu mempesona dan indah sehingga membuat betah siapa saja yang tinggal di sana. Esok harinya kami singgah lagi di Binjai tempat kakaknya dari Om Eko untuk beristirahat sehari sebelum kembali pulang ke Palembang. Setelah berpamitan dengan seluruh keluarga dan orang tua Om Eko kami pulang lagi ke Palembang.

Liburan ku selama 14 hari di Sumatera Utara sungguh indah. Benar-benar aku bisa merasakan betapa agungnya ciptaan Allah SWT. Lukisan alam yang indah ini hedaknya harus kita jaga agar nanti anak cucung kita juga bisa merasakannya. Jangan sampai semua yang ada saat ini rusak dan hilang di masa depan.

Dari perjalanan inilah aku niatkan pada diri ini untuk bisa pergi keliling Indonesia dan Dunia, agar aku lebih bisa mengenal dunia dan merasakan ke Agungan ciptaan Allah SWT yang lain yang masih banyak lagi. Sungguh sangat disayangkan kalau Allah SWT telah menciptakan alam yang sangat indah ini tapi tidak pernah untuk kita rasakan dan nikmati sampai kita mati kelak (tapi ingat kalau sudah menikmati jangan dirusak, harus dijaga agar yang lain juga bisa menikmatinya kelak). Jadi dari saat ini mari niatkan untuk pergi mengunjungin tempat-tempatindah ciptaan Sang Maha Kuasa agar hati ini bisa lebih bergetar merasakan ke Agungan-Nya lewat ciptaan-Nya yang tiada tara.. Allah Hu Akbar..  Merdeka ??? (Benyamin Sueb Mode On)... ^o^

By Adrian Fajriansyah (14/08/2010) -adrianbiger.blogspot.com-

Teruntuk Tante Eka dan Om Eko serta semua sepupuh-pupuhku yang dengan senang hati telah mengajak aku ikut pergi menikmati indahnya alam ciptaan Allah Yang Maha Kuasa. Aku akan mengingat semua kebaikan kalian, dan suatu hari kelak kalau aku suksesakan ku ajak kalian semua ke tempat-tempat terindah di Dunia.. ^_^

Kejadian ini terjadi di 15 September – 2 Oktober Tahun 2009, bertepatan dengan bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1430 Hijriah.

Suasana tandus saat sawit-sawit tua ditebang di sepanjang jalan dari Riau ke Sumut

Sholat ID bersama di Masjid Agung Binjai

Suasana di dalam Istana Maimun

Landscape di atas Danau Toba

Suasana di pingir danau Toba

Batu Gantung

Rumah adat samosir

Villa di brastagi

 Suasana halaman villa di Brastagi

 Gunung yang berada di depan villa brastagi

 Kebun yang ada di daerah Brastagi,, asrih banget

Senin, 09 Agustus 2010

The First Time

The First Time

(Serba yang berbau pertama kali pasti nantinya akan menjadi pengalaman yang sangat berharga dan tak akan terlupakan, itu pasti dan aku berani bertaruh!!!!)

Selasa, 03 Agustus 2010

Kereta Rakyat Bahagia

Kereta Rakyat Bahagia

(Betapa kuat dan tegarnya mereka, aku salut dan ingin belajar dari mereka cara sabar menghadapi kehidupan)

Begitulah julukan yang aku berikan untuk kereta kelas Ekonomi di Negara ini. Biarpun keadaan kereta ini sangat tidak bisa dikatakan layak tapi tetap saja banyak orang yang berbondong-bondong untuk naik kereta ini, bersama keluarganya mereka rela antri membeli tiket berjam-jam lamanya bukan hanya itu mereka juga rela untuk berdesak-desakkan dan juga berpanas-panasan ditengah matahari terik (benar-benar luar biasa daya tarik kereta ini)…

Cerita ini terjadi di Bulan Juni 2010 saat Kami berenam pergi ke Linggau dalam rangkah survey tampet untuk PL (walau akhirnya aku tidak jadi untuk PL disini), cerita ini aku ambil dari kisah kami saat mau pulang ke Palembang..

Senin, 02 Agustus 2010

Kisahku Untuk Masa Depan Yang Lebih Baik

Kisahku Untuk Masa Depan Yang Lebih Baik

(Ini pengalaman berharga untuk pelajraan hidup agar kita bisa menjadi orang yang lebih baik di masa yang akan datang)

Sebenarnya ini cerita yang udah lama, tepatnya bulan Januari 2010 kemaren.. Ini kisah nekat dari 7 orang anak Unsri yang punya niat mau liburan dimasa libur kuliah semester ganjil tahun ini.. Niatnya kami mau jalan murah, hemat dan irit (gaya Backpacker gitu).. Rencana boleh bagus, udah dirancang jauh-jauh hari dan sangat terperinci.. Benar kata orang “manusia hanya bisa berencana tapi Allah lah yang memutuskannya”..(tabah bae lah)

Okey kita mulai ceritanya pas hari keberangkatan, kebetulan waktu itu hari sabtu aku, Niko dan Ari akan berangkat naik kereta dari Palembang untuk kemudian ke Bandung. Disaat keberangkatan, kami berangkat bebarengan dengan teman-teman yang lain yaitu Abi, Edison, Mail dan Dian mereka berencana akan liburan ke Lampung. Jadilah kami bertujuh berangkat bareng. Niat kami semua sama yaitu liburan murah dengan naik kereta siang yang harganya 15 ribu rupiah (Kereta rakyat bahagia, ni akan aku posting juga nanti).

Sabtu, 24 Juli 2010

Persahabatan Sejati

Berawal dari obral buku murah. Disanalah aku temukan sebuah novel murah (tapi jujur bukan murahan). Tadinya aku pikir buku ini kurang menarik, tapi berhubung harganya yang murah akhirnya aku beli buku ini (sekalian nambahin koleksi buku dirumah).

Modoc, novel tentang persahabatan antara gajah dana manusia, itulah tema cerita buku yang aku beli.

Awalnya buku ini tergeletak begitu saja dirumah karena kalah menarik dengan novel Andrea Hirata ku yang baru berjudul Padang Bulan (Prof. Daniel mode on). Hehehe.. Dan memang sebenarnya aku kurang tertarik atau belum ada selerah untuk membaca novel ini.

Praktek Lapangan di tempat yang jauh dari pusat kota tanpa hiburan di dalam kostan yang sunyi dan membosankan membuatku mencari pelarian untuk mengusir semua penat itu. Menulis dan membaca menjadi pelarianku (selain dari FBan dengan Hape)…^-^.. Jadilah akhirnya novel Modoc ini ku buka dan mulai ku baca (ni lantara novel Andera Hirata udah tamat dibaca).

Okey sebenarnya bukan soal pamer novel catatan ini ku buat tapi ingin menceritakan kembali kepada semua orang tentang persahabatan sejati dari novel murah (tapi bukan murahan).

Cerita yang sederhana namun menyentuh dari novel ini membuatku tertarik dan ingin terus dan terus membacanya sampai tamat.. Walaupun pada awal cerita sedikit membuatku jenuh. Namun setelah menyimak ceritanya lebih dalam, ini bukanlah hanya novel biasa tapi penulisnya memiliki tujuan lain dari penciptaanya melainkan penulis ingin menyampaikan sebuah kisah nyata tentang persahabatan sejati di dunia ini memang benar-benar ada dan patut untuk semua orang teladani agar tercipta kehidupan di dunia yang lebih harmonis… Hahaha (melankolis bgt).

Novel murah (tapi bukan murahan ini) mengisahkan bahwasanya dahulu di tahun 1920-an disebuah kota sirkus kecil di Jerman lahirlah seorang anak laki-laki yang bernama Bram. Bram terlahir dari keluarga pelatih hewan sirkus terutama hewan gajah. Secara kebetulan Bram lahir bersamaan dengan seekor gajah wanita yang diberi nama Modoc. Bram dan Modoc lahir pada jam, hari dan tanggal yang sama dan juga di kota dan tempat yang sama.

Kelak Modoc inilah yang akan menjadi sahabat sejati Bram dalam mengarungi kerasnya cobaan hidup didunia yang fanah ini.. (hehehe lebay lagi).. Dan Modoc ini pula sahabat yang akan menemani Bram sepanjang hayatnya.

Okey kita lanjutin ceritanya…

Saat tempat sirkus mereka bangkrut dan semua hewan sirkus harus dijual ke tangan pengusaha USA, Bram harus menerima kenyataan bahwa Modoc juga harus dijual ke USA. Ayah Bram sakit keras karena peristiwa ini, sebelum wafat ayahnya berpesan agar Bram terus merawat Modoc. Di tambah dengan panggilan hati yang begitu kuat dan pesan terakhir dari ayahnya agar terus menjaga Modoc membuat Bram rela melakukan apa saja demi terus dekat bersama sahabat sejatinya Modoc.

Singkat cerita banyak hal yang mereka lalui bersama.

Mereka diuji berulang-ulang: lewat tenggelamnya kapal yang mengakut mereka untuk pergi ke USA yang nyaris fatal di Samudra Hindia, bekerja di hutan-hutan jati India, ikut perang di India, hingga menjadi binatang sirkus pada tahun 1940-an di New York City.

Banyak suka duka yang Bram dan Modoc lalui bersama. Mereka sering mendapatkan perlakuan kasar dari banyak orang. Selain kekerasan yang fatal hingga membuat Bram dan Modoc hampir mati, mereka juga sering ditipu oleh orang-orang. Sampai pada satu kejadian Bram dan Modoc harus berpisah dalam waktu yang cukup lama karena Modoc diculik oleh orang yang tidak bertanggungjawab.

Endingnya setelah beberapa tahun berpisah Bram dan Modoc dapat bertemu kembali. Pertemuan tak sengaja itu terjadi di tempat pelatihan hewan liar milik RALPH HELFER (penulis Novel ini). Ralph adalah seorang pelatih hewan terkenal di Hollywood yang digunakan untuk film-film di sana.

Pertemu tak sengaja Bram dan Modoc terjadi karena Ralph membeli Modoc dari seorang yang tak bertanggungjawab yang telah menyiksa Modoc selama bertahun-tahun (dan orang ini lah yang mencuri Modoc dari Bram). Karena keperihatinan Ralph pada Modoc yang saat itu keadaannya sangat mengkhawatirkan akhirnya Ralph membeli gajah tersebut dan merawat di peternakan miliknya.

Tak lama dari Ralph membeli Modoc, mungkin karena ada hubungan batin yang sangat kuat, Bram yang saat itu sedang mencari pekerjaan untuk bertahan hidup di USA yang keras, melamar dari peternakan ke peternakan karena hanya mengasuh hewanlah kemampuan Bram, Bram akhirnya melamar dipeternakan milik Ralph, saat berada di peternakan milik Ralph, Bram merasakan ada getaran bahwa di perternakan itu ada seekor gajah yang tak asing baginya, dan benar adanya ternyata di sana ada gajah dan gajah tersebut adalah Modoc… Pertemuan yang mengharuhkan, setelah sekian lama berpisah akhirnya Bram bertemu lagi dengan sahabat sejatinya Modoc. Modoc sangat gembira sekali dengan pertemu itu (kita tahu Gajah adalah hewan yang memiliki ingatan yg sangat kuat, andai Otak gajah dipakai untuk mengingat pelajarn pasti Albert Einstein dan Pak Habibi kalah… hehehe), Modoc tidak pernah melupakan Bram begitu juga Bram sangat senang dengan pertemuan itu. Persahabtan Bram dan Modoc telah mengugah hati Ralph dan akhirnya Ralph tanpa ragu mempekerjakan Bram dipeternakannya sebagai perawat Modoc.

Mereka terus bersama di peternakan milik Ralph tersebut. Mereka sering melakukan pentas baik itu disirkus maupun di televisi dan mereka begitu populer disana. Hingga akhirnya usia tidak bisa untuk dilawan. Usia mereka berdua (Bram dan Modoc) telah menginjak 78 thn yang membuat mereka tidak segagah muda duluh. Ketebatasan fisik Bram dan Modoc membuat Ralph mempensiunkan mereka berdua, saat ulang tahun Bram dan Modoc yang ke 78 tahun di adakan pesta perpisahan terakhir dengan disuguhi petas terakhir dari Bram dan Modoc, pentas terakhir itu begitu luar biasa mereka beraksi bagaikan usia muda dulu, penonton sangat takjub dan terharu melihat aksi terakhir dan Bram dan Modoc tersebut.

Tak lama setelah pesta ulang tahun dan pentas terakhir tersebut Bram meninggal dan tak lama kemudian disusul oleh Modoc.. Sama dengan hari kelahiran mereka yang berbarengan, kematian mereka pun sama, mereka wafat pada usia yang sama dan pada tempat yang sama…

Persahabatan sejati antar hewan dan manusia yang luar biasa yang diwakili oleh Bram dan Modoc.. Mereka bersahabat dari lahir sampai dengan akhir hayat menjemput mereka bersama…

Semasa hidup mereka berdua tidak dapat dipisahkan dan mereka berdua saling menyayangi. Hubungan batin yang kuat diantara mereka membuat batasan antara Hewan liar dan manusia tidak tampak lagi.

Terbukti persahabatan sejati berlaku untuk semua mahluk tuhan. Setiap mahluk tuhan berhak untuk saling mengasihi.. Perbedaan yang membatasi kita tidak berlaku untuk sebuah persahabatan dan kasih sayang.

Kalau hewan saja bisa menjaga ikatan persahabatan dan tali kasih sayang, kenapa kita sebagai manusia yang dianggap lebih cerdas dan berakal (tapi menurut ku belum tentu untuk perasaan) tidak bisa melakukannya juga..

Satu hal lagi dari Novel ini aku benar-benar yakin dengan pepatah “don't judge the book just from the cover”, karena ternyata dari sebuah Novel murah (tapi bukan murahan) ini aku mendapatkan sebuah pelajaran hidup tentang arti persahabatan sejati. Pepatah tersebut juga mengajarkan bahwa kita sebagai mahluk tuhan tidak boleh saling membeda-bedakan hanya karena cover kita berbeda, belum tentu yang kita lihat baik tetapi ternyata sangat buruk aslinya dan sebaliknya. Dan sesama mahluk tuhan harus saling menghargai dan mengasihi, bahwasanya hewan sebagai salah satu mahluk tuhan juga butuh perhatian dan kasih sayang..

Sumber bacaan : Novel Modoc (Karya Ralph Helfer)

Ralph Helfer adalah seorang pelatih hewan terkenal di Hollywood, merupakan salah satu orang pertama yang menggunakan kasih sayang dan kebaikan hati untuk melatih hewan liar. Dia pengarang The Beauty of The Beast, sekarang tinggal di Los Angeles dan Kenya, dimana dia menjadi pemandu tur safari.
Novel Modoc Edisi Indonesia
Modoc Edisi Bahasa Inggris
Ralph Helfer
Pertunjukan Gajah Sirkus
Jadi Inget sahabat kecil ku...^-^

Selasa, 06 April 2010

KASIH SAYANG ORANG TUA

Skrng Aku tahu semua tamparan dan pukulan yg d lakukan orangtuaku d waktu Aku kecil semuanya agar aq tdk terus melakukan kesalahan...

Sekarang ku sadari semua perjuangan hidup, kerja keras dan usaha yg dilakukan orangtuaku dr dulu sampe skrng cuma untk satu tujuan membahagiakan anak2nya...

Thx mam,. Thx pa..

Anakmu ini malu baru menyadari semua itu...